SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Meraih Kepercayaan Pimpinan?
August 23rd, 2015 by arifs

Masih terkait dengan Seminar Nasional di Polines. Ada satu pertanyaan dari peserta seminar yang berasal dari perpustakaan kabupaten yakni bagaimana meraih kepercayaan pimpinan? Terutama karena pimpinan lebih mudah memberikan kesempatan untuk melakukan tugas-tugas pelayanan keluar (eksternal) di banding di dalam perpustakaan (internal). Pimpinan lebih suka menugaskan pustakawan ke desa-desa, sekolah-sekolah dan lingkungan di luar perpustakaan. Sementara untuk di internal malah tidak diperhatikan.

Saya pada awalnya melihat bahwa ini hanyalah masalah orientasi dari pimpinan terkait dengan visi dan misi yang diemban oleh perpustakaan daerah/kabupaten dimana lebih banyak memberikan layanan langsung kepada masyarakat. Dimana caranya adalah dengan terjun langsung ke desa-desa, sekolah-sekolah dan lingkungan dimana masyarakat daerah itu dilayani. Artinya secara positif saya melihat bahwa ada keinginan dari pimpinan untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat di daerahnya.

Nah masalahnya adalah justru mungkin dari sisi pustakawan merasa tidak enjoy atau tidak nyaman ketika pimpinan hanya memberikan tugas-tugas di luar lingkungan perpustakaan, sementara untuk di dalam perpustakaan tidak. Pustakawan merasa adanya ketidakpercayaan pimpinan terhadap dirinya untuk mengembangkan karirnya di dalam perpustakaan. Ini yang akhirnya coba saya tangkap dan pikirkan setelah acara seminar. Jadi intinya pustakawan ini merasa perlu untuk mendapatkan kepercayaan dari pimpinan secara penuh dan berimbang.

Saya sendiri tidak mengetahui kondisi sesungguhnya terkait dengan apakah karir di dalam perpustakaan (pengembangan di internal) dianggap lebih menarik dibandingkan karir di luar perpustakaan (memberikan layanan langsung ke masyarakat). Saya hanya bertanya-tanya, apakah tugas-tugas keluar dianggap sebagai tugas bagi orang-orang yang ‘terbuang’ atau non-kualifikasi?¬†Saya mencoba melihat kasus ini secara umum saja. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan terkait bagaimana meraih kepercayaan pimpinan kita, yakni:

Pertama, kita harus paham terlebih dahulu bagaimana pola pikir dan visi pimpinan terkait perpustakaan atau lembaga yang dipimpinnya. Karena tanpa mengetahui cara berpikir dan visi pimpinan maka kita tidak tahu sejauh mana kita harus melakukan tugas-tugas dan kewenangan. Sering kali rasa ketidakpercayaan timbul diawali dengan ketidaktahuan kita terhadap visi pimpinan dan pola pikir kebijakan yang diterapkannya. Dengan mengetahui visi dan pola pikir, kita dapat lebih mudah mensinergikan pola kerja kita sebagai pustakawan.

Kedua, komunikasi. Komunikasi atau cara kita berkomunikasi dengan pimpinan menjadi kunci bagi kita dalam membangun kepercayaan pimpinan terhadap kita. Komunikasi yang baik akan membawa kemudahan bagi kita dan pimpinan dalam memahami suatu pekerjaan atau tugas-tugas yang diberikan. Seringkali kesalahan dalam berkomunikasi membuat pekerjaan dan tugas yang dilakukan oleh pustakawan tidak seperti yang diharapkan oleh pimpinan. Jadi komunikasi menjadi faktor penting untuk mendapatkan kepercayaan dari pimpinan.

Ketiga, tunjukkan bahwa kita mempunyai etos kerja dan kemampuan untuk bekerja dimanapun. Artinya pustakawan harus selalu mempunyai self-efficacy, dimana siap untuk melakukan apa yang diperintahkan dan diminta oleh pimpinan. Tunjukkan bahwa tugas yang diberikan oleh pimpinan akan mampu kita kerjakan. Ini adalah kunci penting dalam mendapatkan kepercayaan pimpinan terkait dengan tugas-tugas yang akan diberikan ke kita. Artinya ketika pimpinan mempunyai keyakinan akan kemampuan kita, maka kepercayaan untuk memberikan tugas-tugas kepada kita akan timbul dengan sendirinya. Jadi pimpinan akan melihat seseorang dari kemampuan dia dalam menyelesaikan pekerjaan dengan baik, bukan berdasar atas suka atau tidak suka.

Keempat, yang tidak kalah pentingnya adalah rasa saling percaya akan posisi dan wewenang masing-masing. Pustakawan harus percaya dan tahu posisinya dalam melakukan pekerjaannya, artinya sadar dan yakin bahwa pimpinan memberikan yang terbaik untuk kebaikan bersama. Jadi, bagaimana kita akan mendapatkan kepercayaan apabila kita sendiri tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh pimpinan kita?

Kelima, perilaku dan sikap yang baik akan memberikan nilai tersendiri bagi seseorang. Perilaku dan sikap kita di depan pimpinan akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana pimpinan akan memperlakukan kita. Bukan berarti menjadi penjilat, akan tetapi perilaku dan sikap yang proporsional dan saling menghormati akan menjadi cara sendiri dalam meraih kepercayaan pimpinan.

Kesimpulannya, untuk kasus pertanyaan peserta di atas adalah bahwa agar pimpinan percaya kepada kita untuk memberikan tugas baik internal maupun eksternal ya dengan melihat kembali ke diri kita sendiri. Apakah ada yang salah dengan cara kita bekerja, apakah kita sudah berkomunikasi baik dengan pimpinan kita, sudah kah kita menyampaikan ide-ide kita terkait tugas-tugas yang diberikan, sudahkah kita menunjukkan bahwa kita mampu dan siap bekerja dimanapun, dan lebih lagi sudahkah kita pahami benar visi dan pola pikir pimpinan kita?

Itu semua hanya sebatas pandangan dan pengalaman yang telah saya berikan. Intinya untuk meraih kepercayaan membutuhkan proses, tidak ada cara instan dalam kita meraih sebuah kepercayaan. Apalagi merubah stigma negatif menjadi positif. Ada kalanya perlu satu dua tahun untuk melakukan itu. Tapi yakinlah, bahwa meraih kepercayaan itu adalah sebuah keniscayaan! Jadi jangan surut untuk mengusahakannya!


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa