Blog Arif Surachman

seorang pustakawan - ayah - abdi negara

Mencoba Kereta Bandara Railink BNI City – Soekarno Hatta

Mencoba Kereta Bandara Railink BNI City – Soekarno Hatta

Sekedar ingin bercerita ‘perjuangan’ mencoba kereta bandara dari BNI City ke Soekarno Hatta. Jadi awalnya kebetulan ada tugas untuk mengisi seminar di Perpustakaan Nasional pada tanggal 27 September 2018. Nah kebetulan saya orang yang kurang suka untuk berlama-lama di suatu tempat, jadi perlu cari perlu mengatur waktu yang praktis agar bisa kembali ke Jogja secepatnya. Acara di Perpusnas pagi hari sekitar pukul 09.00-an, mau berangkat pakai pesawat dan turun di halim mikir kalau nanti dari halim biasanya macet dan bisa2 terlambat di acara. Hingga akhirnya putuskan saja naik kereta malam dari jogja yang sampai Gambir shubuh dan sangat dekat dengan Gedung Perpustakaan Nasional. Jalan kaki paling 10-15 menit aja. Nah sekarang tinggal pulangnya ini, berpikir gimana caranya agar bisa pulang aja segera. Saya kepikiran ingin kembali ke jogja melalui Bandara Soekarno Hatta saja, dan berpikir sepertinya sudah ada kereta bandara, tentu lebih praktis, nyaman dan cepat. Akhirnya saya putuskan pesan tiket pulang ke Jogja melalui Soekarno Hatta.

Nah cerita masalah ‘perjuangan’ mencoba kereta bandara dimulai. Sebagai orang yang cukup katrok dan belum pernah naik kereta bandara, tentu saya harus mencari informasi segera. Tiket ke jakarta dan pulang ke jogja sudah terbeli, jadi tinggal mikir tiket kereta bandara. Bayangan saya tadinya tiket bisa dibeli cash di stasiun, ternyata cari informasi di internet dan mengunjungi website https://www.railink.co.id/ baru tahu kalau semua pembayaran dan pemesanan dilakukan secara cashless atau tidak pakai uang tunai. Pilihannya pakai credit card, virtual account, atau fasilitas atm lainnya.
Pertama yang coba dilakukan adalah mencoba memasang aplikasi Railink di smartphone, karena saya pikir itu menjadi cara paling praktis yang harus disiapkan. Lewat googleplay store akhirnya terpasanglah aplikasi Railink di smartphones. Lalu coba buka aplikasi dan di awal langsung muncul halaman reservation untuk pilihan tujuan. Disana ada pilihan asal stasiun dan stasiun tujuan, juga jenis tiket reguler (umum) atau reserve seat (pesen dengan nomer tempat duduk), juga pilihan one-way (sekali jalan) atau return bolak-balik.  Selain itu juga ada pilihan tanggal keberangkatan dan jumlah penumpang. Saya coba pilih SDB untuk Sudirman City dan BST untuk Sukarno Hatta. Selanjutnya saya klik search untuk melihat pemberangkatan. Selanjutnya tertera informasi nama kereta, jam keberangkatan, jumlah seat tersedia dan harga (70.000 rupiah). Selanjutnya coba klik pada bagian jadwal yang sesuai dan kemudian keluar informasi booking dan kode pembayaran.  Nah selanjutnya muncul model pembayaran menggunakan apa, voucher atau payment. Kalau payment maka langsung masuk ke 3 pilihan Online Payment, Indirect Payment, dan Virtual Account. Nah kebingungan awalnya mau pakai yang mana ini kok gak ada yang cocok, karena punyanya ATM Mandiri dan BRI tapi kok pilihannya di tidak ada, adanya ATM bersama. Akhirnya booking saya batalin. Cuman berpikir ok, besok aja kalau sudah sampai Jakarta coba langsung pesen di stasiun, siapa tahu ada counter2.

Percobaan booking saya coba berkali2 tapi urung karena ragu-ragu, sampai akhirnya sudahlah besok saya coba lagi. Esoknya begitu sampai stasiun gambir saya coba lakukan booking menggunakan aplikasi Railink lagi. Kali ini saya coba buka-buka lebih detail. Saya pikir2, ini kalau saya pilih reguler dan sudah ada waktunya disana gimana kalau nanti sampai stasiun terlambat. U knowlah… lalu lintas jakarta kadang tidak diprediksi. Iseng2 saya buka menu yang lain,… dan duaaar… ternyata ada menu Flexi Ticket. Ternyata disediakan menu Flexi tiket untuk memesan tiket dengan tidak tergantung pada waktu berangkat (jam berangkat). Nah ini cocok pikir saya… maka saya coba lagi pakai Flexi Ticket, harganya memang sedikit lebih mahal yakni 100 ribu dibanding reguler, tapi saya pikir ini lebih aman dibanding saya harus lari2 mengejar waktu. Coba transaksi dan coba pilih menggunakan ATM Bersama, karena saya pikir di stasiun ada ATM yang ada logonya ATM Bersama. Setelah saya coba akhirnya dapatlah nomer booking dan pembayaran yang harus saya konfirmasi melalui ATM pembayarannya.

Nah di ATM ternyata saya kebingungan lagi, ini menunya pakai yang mana? Karena ATM hanya punya Mandiri dan BRI bolak-balik saya coba pakai kedua mesin ATM itu, bingung ini harus pilih mana untuk membayar tiket Railink yang saya pesan. Akhirnya coba saya liat lagi petunjuk di aplikasi railink mengenai cara bayar lewat ATM, nah rupanya pilihannya menggunakan Transfer Lainnya. Saya balik ke ATM Mandiri, saya coba lagi pakai ATM lainnya saya masukan kode pembayaran, lha kok tetap macet gak bisa, sudah muncul tapi gagal lagi. PIndah lagi ke ATM BRI saya coba lagi, sesuai petunjuk diminta memasukan kode untuk rekening railink dan nomer pembayaran, Saya coba masukan kode berdasarkan info dari aplikasi… lha kok masih tidak bisa. Bilang kalau tetap tidak dikenal. Sudah nyaris putus asa karena bolak balik mesin ATM belum tahu masalahnya apa. Akhirnya coba iseng baca lagi di petunjuk, dan coba tidak masukan kode awal bank hanya masukan langsung kode pembayaran dan….. tralala…. bisa. Rupanya di dalam kode pembayaran sudah mengandung kode awal banknya, jadi saya tambah kode sesuai di aplikasi malah tidak dikenal. Masalah transfer pembayaran selesai… ok tinggal nunggu konfirmasi.

Tidak lama munculkan konfirmasi ke email terkait transfer, bahwa sudah ada transfer sekian dan tiket telah terbayar (PAID). Nyicil ayemmm… satu proses selesai. Saya pikir nanti tentu tiket dikirim ke email seperti kalau kita pesen lewat online untuk pesawat. So… saya langsung cabut ke perpusnas. Ternyata sampai akhir acara di Perpusnas, itu ticket electronik gak juga dikirim… mulailai galau lagi saya. Waduh ini kok saya gak dikirimi email tiket… apa tadi ada yang salah. Ok,saya pikir saya akan langsung tanya saja di stasiun kereta bandara Sudirman Baru BNI City nanti… meluncurlah saya bersama abang Gojek ke stasiun bandara Sudirman Baru.

Sampai sana tanya orang kemana arah masuk stasiun… ditunjukkan menggunakan lift untuk ke lantai 2. Rupanya di lantai 2 stasiun ini sudah ada beberapa tenant… hanya memang suasana sepi sekali. Pertama yang saya tuju langsung ke bagian informasi. Saya tanya saya sudah pesan dan bayar lewat online, tapi kok tidak ada tiket elektroniknya. Di jawab petugas coba dicetak sendiri menggunakan mesin tiket. Menujulah saya ke mesin tiket… disana juga sudah ada petugas yang dengan riang gembira membantu saya. Saya dibantu petugas mencoba mencetak tiket… saya perlihatkan nomer booking saya ke petugas… dimasukanlah kode itu…. duaaar! lha kok tidak bisa muncul cetak tiket seperti biasanya… diulang lagi sampai 3-5 kali hasilnya sama. Akhirnya coba pindah mesin tiket sebelahnya… tetap saja tidak bisa… saya sudah mulai galau ini. Tak berapa lama ada petugas lain di sebelah yang tahu kami bingung trus mendekat. Saya jelaskan kalau tiketnya ini tidak bisa cetak dengan kode booking saya… saya trus bilang saya pesen flexi tiket. Begitu saya bilang flexy tiket… rupanya ada tombol sendiri khusus untuk cetak flexi tiket. Yang tadi digunakan kami dan gagal itu untuk cetak reguler…. oalaaah…dasar katrokkk… paijooo paijooo. Petugas membantu memasukan kode di flexi tiket… kemudian ditanya mau berangkat jam berapa, saya sebutkan yang paling dekat berangkatnya… lalu dipilihkan jam 13.45.  Alhamdulilah tiket tercetak keluar dan saya pun menuju ke ruang tunggu kereta, ternyata ada di lantai bawah. Pintu boarding baru dibuka 15 menit sebelum pemberangkatan, jadi tunggu saja kalau belum buka. Tepat 13.45 akhirnya berhasil berangkat dengan Railink… keretanya nyaman, melewati beberapa stasiun dan perjalanan kurang lebih 30 menit sampai ke Bandara Sukarno Hatta. Dari stasiun ini kita mesti berjalan menuju stasiun skybridge train atau kereta skybridge bandara. Dari sana nanti kita akan dibawa ke terminal sesuai tujuannya. Perhatikan arah terminal 1 berbeda dengan arah kereta untuk terminal 2 dan 3.

Selamat mencoba…saya kira menggunakan kereta bandara cukup enak, hanya memang stamina juga harus kuat karena dari kadang harus jalan cukup jauh dari terminal B ke A atau ke C dan D (apabila di terminal 1).

About the author

Arif Surachman administrator

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.